Ya, memang kita harus menikah. Mengapa..?? Menurut saya ada bebera alasan mengapa seseorang harus menikah.
1. Karena menikah itu perintah Allah. Bahkan Allah perintahkan untuk menikahi wanita yang baik-baik itu 2 orang, 3 atau 4 paling banyak. Ga boleh lebih (al-quran). Jadi menikah itu termasuk ibadah atau amal sholeh.
2. Menikah juga sangat di anjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Jadi dengan menikah termasuk tanda kita mencintai Nabi SAW. Karena mengamalkan sunnahnya.
3. Pintu Rezeki. Dengan menikah Insya Allah rezeki kita akan lancar. Orang ‘alim bilang bahwa nikah adalah salah satu dari 13 pintu atau jalan mendapatkan rezeki. Tentang hal ini, ada satu riwayat yang menceritakan bahwa ; ‘Salah seorang Sahabat Nabi SAW pernah mendatangi beliau dan mengadukan bahwa hidupnya selalu dalam kemiskinan. Kemudian Nabi anjurkan kepada Sahabat ini untuk menikah. Lalu Ia menikah. Setelah menikah ternyata hidupnya masih miskin juga. Kembali sahabat ini mendatangi nabi, kok masih miskin maksudnya? Ya, Nabi perintahkan ia menikah untuk yang kedua kali. Lagi-lagi ia masih merasa miskin. Singkat cerita empat kali sahabat ini mendatangi Nabi Muhammad SAW, dan setelah menikahi istri yang ke empat, baru dia menjadi kaya.
4. Menghindarkan dari yang haram. Baik itu dari segi pandangan, pendengaran dan perbuatan.
5. Menenangkan jiwa atau ketenangan hati. Kalo menurut filosofi teman saya, bahwa di dalam hati manusia ada suatu rongga atau ruang yang mana rongga itu tidak bisa di isi oleh hal-hal lain kecuali wanita.
Inilah sekelumit alasan mengapa kita harus menikah. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.
Wassalam…
Minggu, 10 Juli 2011
rang bujang sambas nak nikah...
Menikah Mendatangkan Rezeki
Jawab: “caranya: segera menikah!”
Lho kok?! Bagi yang belum merasa logis, silakan ikuti sampai paragraf terakhir…
Mari kita mulai dengan ayat suci Al Qur’an sbb
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”1
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”1
Berkaitan ayat tersebut, Umat bin Khattab ra berkomentar,
“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya”2
“Aku heran dengan orang yang tidak mau mencari kekayaan dengan cara menikah. Padahal Allah berfirman : Jika mereka miskin, maka Allah akan membuat mereka kaya dengan Keutamaan-Nya”2
Nabi saw juga menguatkan ayat tersebut. Sabda beliau,
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨3
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¨3
Sabda beliau yang lain:
“Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka”
“Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka”
Namun sayangnya, masih ada muslim yang berpikir berumah tangga sebagai beban, mencoba meramal bahwa jika menikah kekuatan ekonominya tersedot. Orang baik di antara mereka berpikir, “saya akan menyenangkan orang tua dahulu dengan penghasilan saya baru menikah”. Padahal, kalau mau lebih bisa menyenangkan orang tua ya menikah. Selain menyenangkan dengan penghasilan lebih, menyenangkan orang tua dengan istri yang shalihah, anak yang lucu, cucu yang ngegemesin
Selain dalil aqli, saya ingin menceritakan pengalaman kakak saya. Ia sudah menikah 2 tahun lebih. Tadinya ia berpikir setelah menikah akan menemui masa-masa sulit dimana pengeluaran bertambah. Namun ntah kenapa justru ia kaget dengan kenyataan yang sebaliknya. Saya masih ingat ia berkata, “rezeki itu San, ntah dari mana-mana ada aja…”. Saya jadi teringat firman-Nya:
“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”4
“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”4
Dahulu, saya sempat bertekad untuk menikah lambat, paling tidak di atas 29 tahun atau bahkan kalau bisa tidak menikah seumur hidup. Saya bersyukur kepada Allah sekarang diberikan lingkungan yang penuh dengan pendidikan nilai Islam. Banyak pemahaman saya berubah. Pengetahuan saya bertambah. Salah satunya adalah hadist-hadist berikut:
“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)”5
“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah….”6
“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”7
“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)”5
“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah….”6
“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”7
Ternyata ajaran Islam menyeru kita agar lekas-lekas menikah. Namun, perhatikan pula ilmu fiqh tentang hukum menikah sebagai berikut:
- Wajib: bila mampu dan ada kekhawatiran terjebak pada maksiat bila tidak menikah
- Sunnah: bila mampu dan walau tidak menikah tak mengapa (tidak kekhawatiran terjebak pada maksiat bila tidak menikah)
- Makruh: bila belum mampu
Maka seorang muslim seharusnya akan berusaha keras untuk cepat-cepat menjadi mampu terlebih dahulu, barulah cepat menikah. Selain itu yang lebih penting kita perhatikan adalah niat. Walau bagaimanapun,
Umar bin Al Khattab ra berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”8
Umar bin Al Khattab ra berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.”8
Jangan sampai pernikahan yang begitu mulia hanya dilandasi alasan-alasan sepele atau karena nafsu, maka hanya sebatas tujuan kecil dan pelampiasan nafsu itu sajalah yang didapatkan. Jika demikian, akankah keberkahan dan keutamaan nikah yang dijanjikan Allah dalam hadist di atas dan banyak lagi hadist lainnya masih menjadi hak mereka?
Ya Allah, luruskanlah niat kami dan jagalah niat kami itu sebelum, saat dan sesudah pernikahan kami.
bicara tentang jodoh
[Khutbah Jumat 2010] Kunci Kunci Diluaskannya Rezeki oleh Al-Ustadz Dzulqarnain
Posted on 30/04/2010 by Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain As Sunusi 4 Comments Berikut ini merupakan ringkasan dari khutbah jumat yang disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain saat Daurah Jajar bulan Maret 2010. Dari pihak panitia sebenarnya tidak mengizinkan rekaman kajian daurah ini untuk diumumkan di internet. Akan tetapi menurut kami satu saja tidak mengapa, karena begitu bagusnya khotbah jumat ini apabila tidak disampaikan di internet yang memiliki jumlah pengguna yang banyak. Sebagai gantinya kita berikan info bahwa teman-teman bisa mendapatkan rekaman kajian yang disampaikan oleh Al Ustadz Dzulqarnain secara lengkap dengan menghubungi Tasjilat Al-Madinah Surakarta di nomor (0271) 584 8509, 081 215 389 67, dan 081 329 139 202. Mohon disampaikan bahwa antum dapat info dari web www.ilmoe.com agar kedepannya kita diberikan kemudahan untuk menyebarkan kajian milik Tasjilat Al-Madinah Solo. Demikian harap menjadi perhatian.Kunci-Kunci Diluaskannya Rezeki Seorang Hamba
oleh Al Ustadz Dzulqarnain
“Tidak ada satu makhluk melatapun di muka bumi kecuali Allah yang menanggung rezekinya, dan Dia yang mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (Huud : 6)Sesungguhnya seorang jiwa tidak akan meninggal sampai Allah menyempurnakan semua rizkinya, maka hendaklah kalian bertakwa kepada Allah dan memperbaik cara mencari rizky tersebut. Al Hadits
Dalam mejalani kehidupan, seorang hamba seharusnya meyakini bahwa rizkinya telah ditetapkan oleh Allah. Apabila rizkinya habis, maka dia tidak mungkin hidup di dunia.
Golongan manusia dalam menyikapi mencari rezeki
- Berlebih-lebihan
- Menyepelekan
Manfaat mengetahui sebab-sebab diluaskannya riski seorang hamba :
- Lurus dalam mencarinya
- Seimbang dalam mencari
- Dibukakan pintu rahmat
- Menambah tawakal
- Memperkuat ibadah
- Memperindah cara mencari rezeki
Sebab-sebab dilapangkannya rizki seorang hamba
1. Banyak memohon ampun
Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka: “Mohonlah ampunlah kepada Rabb kalian, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (melimpah ruah membawa kebaikan), dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai (yang penuh dengan kebaikan dan manfaat).” (Nuh 10 – 12)Dan (Nabi Hud berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat deras (yang membawa kebaikan) atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu (yang sudah kalian miliki), dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Huud : 52)
Imam Al-Hasan Al-Bashri pernah mendapat pengaduan bahwa manusia ditimpa kelaparan dan beliau memberikan solusi untuk memohon ampun kepada Allah. Begitu juga permasalah lain yang menimpa manusia seperti kemiskinan dan kurangnya keturunan. Saat beliau ditanya kenapa melakukannya, maka beliau membawakan ayat di atas.
2. Menjaga diri di atas ketakwaan
Pengertian takwa adalah mengerjakan segala perintah Allah sesuai dengan yang diperintahkan dengan mengharap pahala, serta menjauhi larangan Allah yang telah ditentukan karena takut akan adzab-Nya. Karena dengan ketakwaan inilah seseorang akan dijamin riskinya oleh Allah.“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath Thalaaq : 2-3)
Sebagian ulama mengatakan bahwa dengan ketakwaan seseorang tidak akan menjadi faqir. Karena Allah akan memberinya kecukupan baik dari sisi dhahir ataupun kecukupan yang lebih besar dari sisi bathin tatkala seseorang bertakwa dengan sebenar-benar ketakwaan. Inilah hakikat dari makna kecukupan, yaitu seseorang akan merasa tenang dengan yang sedikit dan merasa lebih dengan apa yang dianggap kurang oleh manusia.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tapi kekayaan adalah yang ada di hati” (HR. Bukhari Muslim)
3. Bertawakal kepada Allah
Diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khaththab bahwa Rasulullah bersabda, “Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan Kami beri rizki sebagaimana burung diberi rizky. Di pagi hari keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad)Rukun agar tawakal terwujud secara nyata
- Menyerahkan urusannya kepada Allah
- Menjalani sebab-sebab untuk mencapai tujuan tersebut
- Meyakini apabila kenikmatan tersebut datang semuanya adalah semata dari Allah
Rasulullah memberikan contoh tawakal dengan burung karena burung tersebut tidak memiliki simpanan makanan. Akan tetapi walaupun dengan kondisi yang demikian, dia di pagi hari keluar mencari riski dalam keadaan perut kosong dan di sore harinya sudah kenyang. Dan burung tersebut tidak hanya berdiam diri di sarangnya, akan tetapi keluar mencari rizky.
4. Mensibukkan diri dengan ibadah
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah mengabarkan bahwa Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai Hamba-hambaku, hendaknya kalian memenuhi waktu (konsentrasi) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutup kefakiran kalian.”Maka hendaknya seorang hamba menyibukkan dirinya dengan ibadah dan tetap berusaha mencari rizkinya. Karena dengan berkonsentrasi terhadap ibadah inilah yang akan mempermudah seseorang dalam mencari rizqy.
5. Mensyukuri nikmat-Nya
Allah berfirman, “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim : 7)Rukun untuk mewujudkan kenikmatan
- Memuji Allah dengan lisannya
- Mengakui dalam hati bahwa semua nikmat tersebut datang dari-Nya. Apapun kenikmatan yang datang kepada kalian maka itu datangnya dari Allah (An-Nisaa : 79)
- Menggunakan kenikmatan tersebut dalam ketaatan
6. Istiqomah di atas agama
Allah berfirman, “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).” (Al-Jin : 16)7. Menyambung ibadah haji dan umrah
Rasulullah bersabda, “Terus-meneruslah kalian menyambung antara pelaksanaan haji dan umrah, sebab kedua ibadah ini menggugurkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana api menggugurkan karat di besi”.8. Menyambung silaturahmi
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang senang Allah luaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)9. Berinfaq dengan pemberian dari Allah
Allah berfirman dalam hadits Qudsi, “Wahai anak adam berinfaklah, maka akun akan berinfaq kepadamu”Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada satu haripun yang berlalu kecuali ada dua malaikat yang turun, satu malaikat berkata, Ya Allah, berilah kepada orang yang berinfak di hari ini ganti untuknya. Dan malaikat yang lainnya berkata, Ya Allah berikanlah kerugian kepada orang yang tidak berinfak di hari ini.” (HR. Bukhari Muslim)
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya shodaqoh itu tidak pernah mengurangi harta.” (HR. Bukhari Muslim)
Allah berfirman, “Apapun yang kalian infaqkan dari sesuatu, maka Dialah yang akan menggantinya, dan Dialah sebaik-baik pemberi rizky.” (Saba’ : 39)
10. Berinfaq kepada penuntut ilmu
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa datang seorang lelaki kepada Rasulullah mengadukan saudaranya yang belajar kepada Rasulullah dan tidak bekerja, maka dijawab oleh Nabi, “Barangkali kamu mendapat rizky dikarenakan saudaramu.” (HR. Imam Ahmad)Keberadaan penuntut ilmu ditekankan dalam syariat, karena dengan mereka umat Islam akan mendapatkan manfaat yang sangat banyak.
11. Berbuat baik kepada orang-orang yang lemah
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah kalian itu mendapatkan rizky dan mendapatkan pertolongan kecuali kalau kalian berbuat baik terhadap orang-orang yang lemah diantara kalian.” (HR. Imam Bukhari)12. Menjaga shalat lima waktu
Diantara cara menjaga shalat lima waktu :- Melakukannya di awal waktu yang utama
- Apabila laki-laki maka shalat di masjid
- Apabila seorang kepala keluarga maka memerintahkan anggota keluarganya untuk mengerjakan shalat
Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas bahwa apabila seseorang memerintahkan keluarganya untuk mengerjakan shalat dan bersabar terhadapnya, maka dia akan dikaruniakan rizky dari arah yang tidak pernah dia sangka.
PERHATIAN !!!!
Jangan Berhenti….Teruslah membaca tulisan ini, anda akan mendapat ledakan2 semangat untuk meraih rezeki secepat mungkin.. 7 Keajaiban Rezeki
Kali ini saya akan membagikan ilmu dan pemahaman saya dari buku “7 Keajaiban Rezeki” oleh Ippho Sentosa, saya yakin bahwa ilmu yang di bagikan kepada orang lain akan mendatangkan ilmu dan pemahaman baru. Bismillah… smoga ini tidak menyimpang jauh dari buku aslinya.
Bismillah……
Apa keajaiban-keajaiban tersebut, baiklah kita mulai dari….
- Berbakti pada orang tua akan menguak langit dan memanggil rezeki.
- Bila doa orang tua selaras dengan doa kita, maka doa kita akan semakin ‘melangit’. Bila impian orang tua selaras dengan impian anda maka impian itu akan semakin ‘bersayap’. Inilah yang dimaksud melipatgandakan kekuatan doa.
- Ingat…! “Keselarasan”, kata ini yang perlu anda jaga dengan orang tua. Ketika keselarasan doa anda dengan orang tua, ini akan jauh lebih power full di hadapan Allah dan InsyaAllah doa-doa anda ataupun LOA (Low of attraction) akan jauh lebih cepat untuk diabulkan.
Catatan : LOA (Low of Attraction) Hukum tarik menarik, mestikah saya jelaskan ?, heemm, Oky karena yg di belakang sana ada yang meminta jadi begini saja, LOA itu seperti ini, apa yang anda pikirkan itulah yang alam semesta akan berikan. Jadi, pikiran anda yang menarik segalanya bisa terjadi. Tentulah semua Izinya dari Allah Swt. Cukup yah (baca bukunya saja “Low of attraction atau The Secret” kurang tahu juga pengarangya siapa, bukunya warna ungu (LOA) dan coklat (The secret))mungkin jauh lebih jelas. Keep Positive thinking…., dreaming and action
“Resapilah baik-baik ayat dari Alquran ini : “Dia menjadikan engkau dalam perut ibu engkau kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (QS. 39:6).”
Coba pkirkan baik-baik, selama ini;
- orang tua selalu membangakan anda, apakah anda selalu membanggakan mereka ?
- orang tua selalu mendoakan anda, apakah anda juga mendoakan mereka ?
- orang tua selalu berkorban untuk anda, apakah anda juga ?
- orang tua selalu membahagiakan anda, apakah anda juga ?
- Orang tua menafkahi anda dan membesarkan anda, tapi setelah dewasa ini kelakuan anda malah membuat kecewa orang tua anda.
Tidak ada alasan lagi untuk tidak berbuat baik kepada orang tua, terutama ibu kita.
“Nah…. sudah tahu kan siapa bidadari pertama ?… Yah, betul skali. ‘ORANG TUA ‘ kita.
Perhatikan an resapi Arti dari ayat di atas, Perlu anda ketahui bahwa Bukan lebah jantan yang membuat sarang dan mencari makan, melainkan lebah betina. Dua ayat dalam surat An-Naml diatas menggunakan kata erja femina berkisah tentang lebah yang membuat sarang dan mencari makan.
Kalau bidadari Pertama adalah orang tua kita, maka bidadari kedua adalah…..?, 100 buat anda,betul skali, bidadari kedua adalah Pasangan anda . Ada yang bilang Pacar (Pacar.. !!!:oww…. tiidaaakk bissaa…..[Kata om sule'], pasangan di sini adalah Istri atau pasangan hidup yang halal dan sah menurut agama. Menurut ippho sentosa dan beberapa orang-orang sukses lainnya beranggapan bahwa Menikah itu berkolerasi positif dengan rezeki, menikah dapat membuka pintu-pintu rezeki. Kalau anda masih geleng2 kepala, ehhmmm…. boleh di coba dan dibuktikan sesegera mungkin. hehehe…
Saya mengutip perkataan Bambang taruno salah seorang pimpinan Asuransi Bumiputera dari buku 7 Keajaiban Rezeki oleh Ippho Sentosa, pada hal 38 , “Banyak orang yang menunda menikah, karena alasan belum punya pekerjaan tetap, rumah, isi rumah, mobil, dan lain-lain. Padahal makin bertambah umur, makin banyak pertimbangan. Kalau boleh saya sarankan, jangan takut menikah. Luruskan niat menikah itu karena Allah dan segerakan. Sepanjang kita masih berikhtiar, Allah pasti mencukupkan rezeki kita, istri kita dan anak2 kita. Justru dengan menikah, pintu rezeki akan lebih terbuka”
yayayay…..
Ingat…!!! Setiap pria yang berhasil, ternyata ada seorang wanita yang mendampinginya dan wanita itu adalah Istrinya , Setiap pria yang gagal ternyata juga ada wanita yang mendapinginya, tetapi itu bukan istrinya.
Sudah jelas kan siapa sepasang bidadari itu. Langkah selanjutnya adalah…..
Munzir Arsyuddin (PONDOK MUNZIR)
http://www.pondokmunzir.com/
Jangan Berhenti….Teruslah membaca tulisan ini, anda akan mendapat ledakan2 semangat untuk meraih rezeki secepat mungkin.. 7 Keajaiban Rezeki
Kali ini saya akan membagikan ilmu dan pemahaman saya dari buku “7 Keajaiban Rezeki” oleh Ippho Sentosa, saya yakin bahwa ilmu yang di bagikan kepada orang lain akan mendatangkan ilmu dan pemahaman baru. Bismillah… smoga ini tidak menyimpang jauh dari buku aslinya.
Bismillah……
Apa keajaiban-keajaiban tersebut, baiklah kita mulai dari….
#1 Sidik jari kemenangan
Setiap manusia terlahirkan unik, semua berbeda. Cara memperoleh kesuksesan juga berbeda2. Seperti pada sidik jadi, Sidik jari setiap manusia itu berbeda-beda,Itulah dikatakan sidik jari kemenangan . Oleh karena itu tulisalah cara anda untuk memperoleh kemenangan-kemenagan tersebut. Karena belum tentu cara anda memperoleh kemenagan sama dengan cara orang lain.#2 Sepasang Bidadari
Tahu kah anda siapa sepasang bidadari tersebut ?, okey kita bahas satu demi satu mulai dari bidadari pertama.-
Bidadari Pertama
- Berbakti pada orang tua akan menguak langit dan memanggil rezeki.
- Bila doa orang tua selaras dengan doa kita, maka doa kita akan semakin ‘melangit’. Bila impian orang tua selaras dengan impian anda maka impian itu akan semakin ‘bersayap’. Inilah yang dimaksud melipatgandakan kekuatan doa.
- Ingat…! “Keselarasan”, kata ini yang perlu anda jaga dengan orang tua. Ketika keselarasan doa anda dengan orang tua, ini akan jauh lebih power full di hadapan Allah dan InsyaAllah doa-doa anda ataupun LOA (Low of attraction) akan jauh lebih cepat untuk diabulkan.
Catatan : LOA (Low of Attraction) Hukum tarik menarik, mestikah saya jelaskan ?, heemm, Oky karena yg di belakang sana ada yang meminta jadi begini saja, LOA itu seperti ini, apa yang anda pikirkan itulah yang alam semesta akan berikan. Jadi, pikiran anda yang menarik segalanya bisa terjadi. Tentulah semua Izinya dari Allah Swt. Cukup yah (baca bukunya saja “Low of attraction atau The Secret” kurang tahu juga pengarangya siapa, bukunya warna ungu (LOA) dan coklat (The secret))mungkin jauh lebih jelas. Keep Positive thinking…., dreaming and action
“Resapilah baik-baik ayat dari Alquran ini : “Dia menjadikan engkau dalam perut ibu engkau kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan (QS. 39:6).”
Coba pkirkan baik-baik, selama ini;
- orang tua selalu membangakan anda, apakah anda selalu membanggakan mereka ?
- orang tua selalu mendoakan anda, apakah anda juga mendoakan mereka ?
- orang tua selalu berkorban untuk anda, apakah anda juga ?
- orang tua selalu membahagiakan anda, apakah anda juga ?
- Orang tua menafkahi anda dan membesarkan anda, tapi setelah dewasa ini kelakuan anda malah membuat kecewa orang tua anda.
Tidak ada alasan lagi untuk tidak berbuat baik kepada orang tua, terutama ibu kita.
“Nah…. sudah tahu kan siapa bidadari pertama ?… Yah, betul skali. ‘ORANG TUA ‘ kita.
2. Bidadari kedua
“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah,’buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdaat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berfikir (QS. 16 : 68-69)Perhatikan an resapi Arti dari ayat di atas, Perlu anda ketahui bahwa Bukan lebah jantan yang membuat sarang dan mencari makan, melainkan lebah betina. Dua ayat dalam surat An-Naml diatas menggunakan kata erja femina berkisah tentang lebah yang membuat sarang dan mencari makan.
Kalau bidadari Pertama adalah orang tua kita, maka bidadari kedua adalah…..?, 100 buat anda,betul skali, bidadari kedua adalah Pasangan anda . Ada yang bilang Pacar (Pacar.. !!!:oww…. tiidaaakk bissaa…..[Kata om sule'], pasangan di sini adalah Istri atau pasangan hidup yang halal dan sah menurut agama. Menurut ippho sentosa dan beberapa orang-orang sukses lainnya beranggapan bahwa Menikah itu berkolerasi positif dengan rezeki, menikah dapat membuka pintu-pintu rezeki. Kalau anda masih geleng2 kepala, ehhmmm…. boleh di coba dan dibuktikan sesegera mungkin. hehehe…
Saya mengutip perkataan Bambang taruno salah seorang pimpinan Asuransi Bumiputera dari buku 7 Keajaiban Rezeki oleh Ippho Sentosa, pada hal 38 , “Banyak orang yang menunda menikah, karena alasan belum punya pekerjaan tetap, rumah, isi rumah, mobil, dan lain-lain. Padahal makin bertambah umur, makin banyak pertimbangan. Kalau boleh saya sarankan, jangan takut menikah. Luruskan niat menikah itu karena Allah dan segerakan. Sepanjang kita masih berikhtiar, Allah pasti mencukupkan rezeki kita, istri kita dan anak2 kita. Justru dengan menikah, pintu rezeki akan lebih terbuka”
yayayay…..
Ingat…!!! Setiap pria yang berhasil, ternyata ada seorang wanita yang mendampinginya dan wanita itu adalah Istrinya , Setiap pria yang gagal ternyata juga ada wanita yang mendapinginya, tetapi itu bukan istrinya.
Sudah jelas kan siapa sepasang bidadari itu. Langkah selanjutnya adalah…..
Tunggu tulisan selanjutnya tentang “Menetapkan dan memperjelas Impian dan bagaimana memantaskan diri kita untuk mendapatkan rezeki dari Allah swt. 7 Keajaiban Rezeki
————————Munzir Arsyuddin (PONDOK MUNZIR)
http://www.pondokmunzir.com/
Jumat, 08 Juli 2011
Langganan:
Postingan (Atom)









